Rabu, 08 Oktober 2014

MK Perilaku Organiasi Kls.5MD1 Kamis 9 Oktober 2014

Perilaku Kelompok Dalam Organisasi
Teor-teori terbentuknya Kelompok:
1. Propinquity; atau teori kedekatan,artinya  bahwa seseorang berhubungan dengan orang lain disebabkan karema adanya kedekatan ruang dan daerahnya (spatial and geographical  proximity)
2. Teori yang berasal dari George Thomas,terinya berdasarkan pada aktivitas-2,interaksi-2 dan sentimen-2 (perasaan atau emosi).yang penjelasannya sebagai berikut ;
a- semakin banyak aktivitas-2 seseorang dilakukan dengan orang lain (shared),semakin beraneka interaksi-2 nya dan semakin kuat tumbuhnya sentimen-2 mereka.
b- semakin banyak interaksi-2 di antara orang-2,maka semakin banyak kemungkinan aktivitas-2 dan sentimen yang ditukarkan (shared) pada orang lain.
c- semakin banyakaktivitas dan sentimenm yang ditularkan pada orang lain dan semakin banyak sentimen seseorang dipahami oleh orang lain,maka semakin  banyak kemungkinan ditularkannya aktivitas dan interaksi-2.
3. Teori KESEIMBANGAN (a balance theory of groupformation) oleh Theodore Newcomb; teori ini menyatakan bahwa seseorang tertarik kepada yang lain adalah didasarkan kepada atas kesamaan sikap di dalam menanggapi suatu tujuan yang relevan satu sama lain.
4. Teori PERTUKARAN (exchange theory),teori ini ada kesamaan fungsinya dengan teori motivasi dalam bekerja. Teori pertukaran ini berdasarkan atas interaksi dan susunan hadiah -- biaya -- dan hasil. Suatu tingkat positif yang minim (yaitu hadiah lebih besar dari pada beaya) dari suatu hasil harus ada,jikalau diinginkan terdapartnya daya tarik dan afiliasi. Hadiah-hadiah yang berasal dari interaksi-2 akan mendorong timbulnya kebutuhan,sementara biaya akan menimbulkan kekhawatiran,fustrasi,kesusahan atau kelelahan. Teori-teori di atas (propinquity,interaksi,keseimbangan) semuanya memainkan peranan di dalam teori pertukarn ini.
5. Teori yang didasarkan atas alasan-alasan praktis (Practicalities of group formation) spt. alasan ekonmi,sosial dan keamanan.

Dari beberapa teori pemebentukan kelompok tersebut,maka bisa diidentifikasi karakteristik dari suatu kelompok yang menurut Reitz yang menonjol dari suatu kelompok itu antara lain :
1. adanya dua orang atau lebih
2. yang berinteraksi satu sama lain
3. yang saling membagi beberapa tujuan yang sama
4. dan melihat dirinya sebagai suatu kelompok

BENTUK-BENTUK KELOMPOK ;
1.Kelompok Primer (Primary Group); kelompok yang disifati dengan adanya keakraban,kerjasama dan hubungan tatap muka. Mereka utama dalam beberapa pengertian,tetapi pada pokoknya mereke merupakan dasar dalam pembentukan sifat sosial,dan cita-cita individu.
2.Kelompok Formal dan Informal; formal adalah suatu kelompok yang dibentuk dibentuk untuk melaksanakan tugas tertentu. Informal; yang muncul dari proses interaksi,daya tarik dan kebutuhan-2 seseorang.
3.Kelompok Terbuka dan Tertutup; terbuka artinya tanggap terhadap perubahan dan pembaharuan, tertutup ; sebaliknya.
4. Kelompok Referensi; dimana seseorang melakukan referensi atasnya.(ada feed-back)

*Dikutip dari buku Perilaku Organisasi Konsep Dasar dan Aplikasinya oleh; Miftah Thoha.

Senin, 06 Oktober 2014

Materi kulia Logika & Filsafat Kelas F2 Semester Gasal 2014/2015 tanggal 7 Oktober 2014

ASAS-ASAS PEMIKRAN
Asas Pemikiran adalah,pengetahuan di mana pengetahuan lain muncul dan dimengerti.
Asas Pemikiran ini dapat  dibedakan menjadi ;
1.Asas Identitas (qonun zatiyah,pricipium identitatis); asas ini merupakan dasar dari semua pemikiran dan bahkan asas pemikiran yang lain,kita tdk mungkin berpikir tanpa asas ini.
Prinsip ini mengatakan bahwa sesuatu itu adalah dia sendiri bukan lainnya.
2. Asas Kontradiksi (qonun tanaqud,principium contradictoris); prinsip ini mengatakan bahwa pengingkaran sesuatu tidak mungkin sama dengan pemgakuannya. Jika kita mengatakan bahwa sesuatu itu bukan A maka tidak mungkin pada saat itu ia adalah A.
3.Asas Penolakan kemungkinan ke tiga (qonun imtina', principium exlusi tertii); asas ini menyatakan bahwa antara pengingkaran dan pengakuan,kebenarannya ada pada salah satunya Pengakuan dan pengingkaran merupakan perttentangan mutlak,karena itu disamping tidak mungkin benar keduanya juga tidak mungkin salah keduanya. Mengapa tidak mungkin salah kedua-duanya? Bila pernyataan dalam bentuk postifnya salah,berarti ia memungkiri realitasnya,atau dengan kata lain realitas ini bertentangan dengan pernyataannya. Dengan begitu,pernyataan berbentuk ingkarlah yang benar,karena inilah yang sesuai dengan realitas. Juga sebaliknya,jika pernyataan ingkarnya salah,berarti ia mengingkari realitasnya,maka pernyataan postifnya yang benar,karena ia sesuai dengan realitasnya. Pernyataan kontradiktoris kebenarannya pada salah satunya (tidak memerlukan kemungkinan ketiga).

CARA MENDAPATKAN KEBENARAN;
Ada 2 cara berpikir yang dapat kita gunakan untuk memperoleh pengetahuan baru yang benar, yaitu melalui metode induksi dan deduksi.
Induksi adalah cara berpikir untuk menarik kesimpulan yang bersifat umum dari kasus-kasus yang bersifat individual. Penalaran ini dimulai dari kenyataan2 yg bersifat khusus dan terbatas diakhiri dg pernayataan yang bersifat umum.
Cara penalaran induksi ini mempunyai 2 keuntungan : pertama,ekonomis dan kedua; memungkinkan proses penalaran berikutnya baik secara induktif maupun deduktif.
Deduktiuf adalah cara berpikir dari pernyataan yang bersifat umum,menuju kesimpulan yang bersifat khusus.

Selasa, 13 Mei 2014

Materi kuliah Analisis Manajemen & Kelembagaan Islam 14 Mei 2014

SISTEM KEPEMIMPINAN
 Istilah sistem kepemimpinan menunjukkan bagaimana kepemimpinan dilaksanakan secara formal dan informal di seluruh organisasi,sebagai dasar dan pedoman membuat,mengkomunikasikan dan melaksanakan keputusan-keputusan utama.
 Sistem kepemimpinan terdiri atas struktur dan mekanisme pengambilan keputusan,pemilihan dan pe ngenmbangan pemimpin serta manajer,dan penguatan tata nilai,arahan serta harapan kinerja.
Sistem kemimpinan yang efektif menghargai kemampuan dan kebutuhan anggota serta pemilik kepentingan (stakeholders) lainnya dan menetapkan harapan yang tinggi untuk kinerja serta peningkatan kinerja.
Sistem kepemimpinan yang efektif membangun loyalitas dan kerja tim berdasarkan tata nilai organisasi dan pencapaian tujuan.
Sistem kepemimpinan yang efektif  memberi keyakinan dan mendukung inisiatif serta pengambilan resiko yang tepat,menyusun struktur organisasi sesuai tujuan dan fungsi serta menghilangkan rantai komando yang menuntut proses pengambilan keputusan yang panjang.
Sistem kepemimpinan yang efektif mencakup mekanisme bagi pemimpin untuk melakukan evaluasi diri, menerima umpan balik  dan memperbaikinya.

Umumnya,sistem kepemimpinan berkenaan dengan apa yang akan dilakukan, yaitu arahnya diawali dengan pernyataan misi dan bagaimana melakukannya, yang diawali arahnya dengan pernyataan tat nilai guna mewujudkan visi yang ditetapkan.
Misi ditindak lanjuti dengan tujuan (goal) jangka panjang yang kemudian dijabarkan dengan sasaran (objective) jangka pendek dan kemudian dengan program kerja (action plane),yang bergerak mulai dari yang lebih luas (broad intent) ke yang spesifik (specific intent).
Tindakan nyatanya adalah dengan komitmen pimpinan yang dapat berupa keputusan,keterlibatan pemimpin,ataupun memberikan  dukungan fasilitas dan sumberdaya lainnya.
Tata nilai ditindak lanjuti dengan strategi,lalu diikuti dengan kebijakan atau strategi yang dipilih. Strategi merupakan peta (road map) organisasi yang akan dilalui dalam menggerakkan prokduvitas, inovasi bisnis dan keunggulan kompetitif organisasi untuk mencapai sasaran dalam jangka waktu tertentu. Kebijakan yang ditetapkan sesuai strategi yang dipilih,ditindaklanjuti dengan metodologi (mekanisme,prosedur dan instruksi kerja atau acuan lainnya) yang bergerak mulai dari yang lebih luas ke yang spesifik.
Tindakan nyatanya adalah dengan gaya kepemimpinan yang dirasakan sebagai servant leaders yang berorientasi pada layanan,keteladanan,konstribusi dan kerendahan hati.
(Nevizond Chatab,Diagnostic Mangement hal 68 - 70)

Materi ini supaya didiskusikan,nantinya akan dibuat Summary kelompok (akan ditentukan kemudian)

Selasa, 29 April 2014

UTS Mt. kuliah Analisis Manajemen & kelembagaan Islam Kelas 6D-2, 30 April 2014

Petunjuk Umum:
UTS ini bersifat terbuka dan dikerjakan dengan model Take-home exam.
Jawaban diketik rapi di atas kertas ukuran A4 dan diserahkan pada hari/jam kuliah  : 7 Mei 2014.

Soal :
Analisis Sistem dalam pendekatan proses,akan terjadi interaksi antara subsistem personil dengan subsistem manajemen. Subsistem personel mencakup apa yang disebut dengan pengembangan kemampuan (developing abilities) dan pengembangan tata nilai (evolving values),sedang subsistem manajemen mencakup apa yang dikenal dengan planning,implementaing dan evaluating,atau dengan kata lain dapat dinyatakan bahwa sistem kerja dengan pendekatan proses ini dapat pula dilihat dxari :
  • Proses yang sesuai dengan dengan fungsi dasar manajemen yaitu perencanaan,implementasi dan pengendalian.
  • Proses yang sesuai dengan kemampuan (abilities) dan tatanilai (values) para individu (penyedia) di dalamnya. 
Yang harus Anda kerjakan/tulis adalah:  bagaimana menjelaskan interaksi yang seharusnya dilakukan di antara dua subsistem tersebut (personil dan manajemen) agar sistem kerja sebuah organisasi dapat mengalami perubahan dan perbaikan yang signifikan. Termasuk bagaimana dalam praktiknya,apakah faktor kemampuan (abilities) dan tata nilai selalu menjadi prioritas utama untuk di analisis?

SELAMAT MENGERJAKAN !

Senin, 28 April 2014

SOAL UTS ANALISIS & FORMULASI KEBIJAKAN KELAS 6D-2 29-04-2014

PETUNJUK UMUM ;
Soal UTS ini bersifat terbuka dan Take-home exam (dikerjakan di rumah)
Hasil jawaban diketik rapi pada kertas A4,diiserahkan pada hari/jam kuliah : 6 Mei 2014

Menyusun Formulasi Masalah kebijakan publik menurut William N.Dunn.
Dunn,membagi formulasi  ni menjadi 4 fase yang saling tergantung yaitu : pencarian masalah,  pendefinisian masaalah,spesifikasi masalah dan pengenalan masalah.
Tahap perumusan masalah diawali dengan pengakuan atau dirasakannya keberadaan situasi masalah. Situasi  masalah dapat dilakukan dengan menemukenali (scanning) terhadap masalah (pengenalan masalah). Dari situasi masalah tadi kemudian dicari masalah. Biasanya yang didapat adalah setumpuk masalah yang saling terkait. Kumpulan masalah yang saling terkait namun belum terstruktur tadi disebut dengan meta masalah. Setumpuk masalah tersebut,dapat dipecahkan secara serentak,namun harus didefiniskan terlebih dahulu masalah mana yang menjadi masalah publik. Hasil pendefinisian dari setumpuk masalah yang belum terstruktur tadi menghasilkan masalah substantif. Dari masalah substantif tadi kemudian dilakukan spesifikasi masalah dan menghasilkan masalah formal (perumusan masalah kebijakan)

Secara singkat dapat dijelaskan,bahwa :
Kegiatan pengenalan masalah menghasilkan situasi masalah
Kegiatan pencarian masalah menghasilkan meta masalah
Kegiatan pendefinisian masalah menghasilkan masalah substantif
Kegiatan spesifikasi masalah substantif menghasilkan masalah formal.

Yang harus Anda Buat adalah  menentukan satu masalah lalu dilakukan scanning kemudian dibuat  Analisis Proses Perumusan Masalah Kebijakan dengan menggunakan tabel yang berisi :
No.                            Tahapan                                               Masalah

Kemudian berikan penjelasan masing-masing tahapan dan maslah tersebut.
Selamat mengerjakan !

Rabu, 02 April 2014

TUGAS MK TEORI ADMINISTRASI KELAS 2D2

Buat resume /ringkasan materi tentang : "DIMENSI-DIMENSI ILMU ADMINISTRASI'
Dengan sub bab : 1. Jenis-jenis Administrasi
                            2. Konsepsi telaahan Ilmu Administrasi
                            3. Subyek Pelaku Administrasi

Sumber buku/bacaan : 1. Studi tentang Ilmu Administrasi , Drs. Ulbert Silalahi,MA. halaman 93-94,101-dst.
                                   2. Ilmu Administrasi,The Liang Gie, halaman 58-59 dst.
 Ketentuan :
1. Resume diketik rapi pada kertas A4 minimal 2 halaman.
2. Diserahkan lewat Kosma pada pertemuan tanggal 10 April 2014.

dosen pengampu,

DRS.H.A.ISA ANSHORI,M.Si.

Senin, 31 Maret 2014

Menyusun Unsur-Unsur masalah

Tugas mata kuliah Formulasi & Analisis Kebijakan : (Kls.6 D2)

Untuk memahami masalah kita harus mampu melakukan pemetaan situasi masalah dengan cara melakukan pencermatan atau pengamatan (scanning) setiap perubahan yang terjadi baik pada lingkungan internal maupun eksternal. Salah satu metode mengenali (scanning) untuk memahami masalah akibat terjadinya perubahan lingkungan,baik lingkungan internal maupun eksternal yaitu teori gunung es (ice berg and level perspective).
Menurut teori ini,pemahaman masalah yang dihadapi organisasi publik,selalu diawali dari adanya kejadian- kejadian (events) yang mengemuka di masyarakat.
Berdasarkan kejadian-kejadian itu dapat dikemukakan apa yang menjadi kecenderungan atau pola perilaku  (pattern of behavior) dari peristiwa.
Atas dasar pola perilaku yang sama ini,kemudian bisa ditemukan apa yang menjadi struktur sistemik (systemic structure) permasalahan masyarakat yang mengemuka.
Setelah ditemukan struktur sistemik permasalah dari events tadi,baru dapat diemukan mental models masalah sebagai akar masalah.

Tugas Anda, buatlah contoh dari hasil scanning (pemetaan masalah) ke dalam tabel berikut :
Event
Pattent of behavior
Systemic structure
Mental models

Selamat mengerjakan!