Minggu, 29 September 2013
Tugas mata kuliah IAD/IBD/ISD untuk kelas 1-A1 & 1-F4.
1- IAD-IBD-ISD karangan Tim Penyusunan MKD IAIN Sunan Ampel
2- ILMU ALAMIAH DASAR, oleh : Drs.H.Abu Ahmadi & Ir A.Supatmo
Adapun materi yang diresume adalah tentang : Perpektif Islam dan Ilmu Pengetahuan Alam tentang :
a. Alam Semesta
b. Biologi
c. Fisika dan Kimia.
Kerentuan umum:
1. Resume diketik rapi di kertas ukuran A4,dengan jarak 1,5 spasi & ukuran font 12 type New Roman.
2. Jumlah halaman minimal 3 lembar halaman.
3. Tulis nama,NIM dan kelas Sdr. di pojok kanan atas.
4. Resume tidak perlu disampul/di jilid,tapi cukup di staples.
5. Hasil resume diserahkan pada pertemuan kuliah minggu depan (Senin 7 Oktober 2013)
Kepada masing-masing KOSMA :
1. Habib & Vony (1-F4)
2. Aldianto Wibowo (1-A1)
diminta bantuannya untuk menyebarluaskan kepada seluruh mahasiswa di kelas masing dengan membuka alamat blog saya :
www.ianshori blogspot.com.
Terima kasih dan selamat mengerjakan !
Dosen pengampu:
DRS.H.A.ISA ANSHORI,M.Si.
Sabtu, 28 September 2013
1. Susun paper/makalah yang berisi :
a. Urgensi pemikiran Manajemen Islam
b. Fungsi dan Peran kelembagaan Islam
c. Karakteristik Teori manajemen Islam
d. Bidang garapan Kelembagaan Islam
2. Tugas ini sifatnya : indvidual
4. Paper/makalah tersebut diketik rapi pada kertas A4 dengan ukuran 1,5 spasi, jenis font Times New Roman ukuran 12.
5. Jumlah halaman minimal 6 halaman.
6. Paper diserahkan pada hari kuliah minggu depan (7 & 8 Oktober 2013)
7. Setelah di nilai, beberapa paper akan di diskusikan melalui diskusi kelompok yang waktunya akan di tentukan kemudian.
Hal-hal yang belum jelas dapat ditanyakan pada saat kuliah atau melalui sms/e-mail saya.
Terima kasih dan selamat mengerjakan !
Selasa, 10 September 2013
SILABI IAD-IBD-ISD...
Mahasiswa memahami konsep-konsep alamiah,budaya dan sosial dasar sebagai pelengkap wawasan penalaran dalam upaya meningkatkan eksistensinya sebagai intelektual muislim.
POKOK BAHASAN
1. Pengertian; latar belakang dan ruang lingkup pembahasan IAD-IBD-ISD
2. Manusia dan pemikiran
a. Pola pemikiran yang berdasar mitos
b. Pola pemikiran yang berdasar ilmu
3. ilmu dan metode keilmuan
a. dimensi kefilsafatan suatu ilmu
b. metode ilmiah,sikap ilmiah dan langkah operasional ilmiah
4.Prespektif Islam dan Ilmu Pengetahuan Alam,tentang :
a. alam semesta
b. biologi
c. fisika dan kimia
5. Teknologi dan kehidupan manusia
a. teknologi dan lingkungan hidup
b. peran teknologi bagi manusia
c. solusi alternatif dampak teknologi
6. Konsep Kebudayaan; pengertian,unsur dan pembahasannya
7. Relasi budaya dan masyarakat
8 Masalah-masalah budaya;
a. cinta kasih
b. keindahan
c. penderitaan
d. kematian
e. harapan
f. lain-lain
REFERENSI ;
1. Isac Asimov, IPA dan Perkembagan Teknologi
2. Sukarno, Dasar-dasar Pendidikan Sains
3. Maurice Bucaille,Asal-usul manusia menurut bibel dan Al Quran
4. Jujun S.Suriasumantri, Filsafat Ilmu
5. Abu Ahmadi & A.Supatmo, Ilmu Alamiah Dasar
6. Sujarwa,Ilmu Sosila & Ilmu Budaya Dasar
Minggu, 30 Juni 2013
Soal UAS Analisis Manajemen Kelembagaan & Organisasi Islam
2. Jawaban berbentuk makalah/paper individual yang membahas tentang Analisis Manajemen Organisasi Islam (Anda bebas memilih Organisasi/lembaga apapun).
3. Di andaikan , bahwa Organisasi tersebut sedang mengalami penurunan kinerja,sehingga perlu dilakukan Analisis dalam aspek Sistem,Orang dan Budaya/tata nilai.
4. Sistematika Penulisannya :
Bab I : Pendahuluan (berisi tentang gambaran organiasi ideal dan kondisi organisasi sekarang yang terjadi)
Bab II : Analisis : a. Sistem
b, Orang
c. Budaya/ Tata nilai
Bab III : Kesimpulan (berisi rekomendasi)
5. Jawaban / paper di ketik rapi pada kertas ukuran Kwarto dengan jarak 1,5 spasi menggunakan font New Roman 12. dengan jumlah halaman sedikitnya 6 lembar/halaman.
6. Jawaban diserahkan pada hari : Selasa tgl 9 Juli 2013 di RMD (Ushuluddin) jam 10.00. dengan menandatangani absen kehadiran.
Selamat Mengerjakan !
Berbanggalah dengan hasil pekerjaan sendiri !
Minggu, 23 Juni 2013
Soal UAS Formulasi dan Analisis Kebijakan Publik Semester 6 /D1 & D2 Manajemen Dakwah Konsentrasi Kelembagaan
Ketentuan umum:
1. Sifat Takehome-exam (dikerjakan di rumah) secara individual.
2. Waktu mengerjakan 7 hari sejak soal ini di publish di blog.
3. Jawaban diketik rapi pada kertas ukuran kwarto/A4 dengan jarak 1,5 spasi ,jenis font Times New Roman ukuran 12.
4. Jawaban paling sedikit terdiri atas 6 halaman.
5. Pengumpulan jawaban pada hari: Selasa tgl. 2 Juli 2013 jam 11 di ruang kuliah (R. Ushuluddin RMD1) dengan mengisi daftar hadir/absen UAS.
Soal.
Tulis sebuah Policy Paper (makalah kebijakan) dengan topik bebas (pilihan sendiri) dengan Catatan masalah yang dipilih layak diangkat sebagai masalah publik.
Sistematika tulisannya terdiri atas :
Bab I. Perumusan Masalah
A. Analisis situasi
B. Konseptualisasi Masalah
Bab II. Identifikasi Alternatif Kebijakan
A. Alternatif Kebijakan & Analisis proyeksi
Bab III. Perangkingan Alternatif Kebijakan
A. Kriteria efektifitas
B. Kriteria ekonomi/efisiensi
C. Kriteria politik
D. Kriteria administrasi
Bab IV. Penutup
Pilihan Rekomendasi
Selamat mengerjakan!
Banggalah dengan hasil karyamu sendiri! Sukses selalu!
Selasa, 04 Juni 2013
Analisis budaya/Tata Nilai (5 Juni 2013)
Beberapa pengalaman menunjukkan bahwa untuk melakukan perubahan melalui perspektif organisasi,sistem dan orang ternyata masih banyak kelemahan,terlebih jika kita melihat akibat krisis identitas dan moral organisasi yang dialami kehidupan manusia akhir-akhir ini. Untuk mengatasiny diperlukan suatu pandangan lebih,yang diambil melalui pendekatan sistem total, baik yang kelihatan/nyata maupun yang tidak kelihatan/nyata yang dapat menyumbangkan anggapan dasar yang benar agas segalanya. Anggapan dasar ini terbentuk karena implementasi realistis yang dapat diteladani dari perspektif tata nilai dan keyakinan bersama di dalam organisasi, sebagai sumber kekuatan terbentuknya budaya organisasi.
Budaya organisasi amat berpengaruh dalam membentuk dan memberi arti kepada anggota organisasi untuk berperilaku dan bertindak, yang diturunkan dari satu generasi ke generasi berikutnya sebagai karakter organisasi.
Jika tata nilai inti dan keyakinan bersama sudah tidak lagi menjadi identitas dan karakter organisasi sebagai jiwa pilihan penerapan segalanya,alokasi pembebanan dan penyelesaiannya dilakukan melalui perspektif budaya diawali dengan menganalisa budaya.
Tujuan yang hendak dicapai adalah keharmonisan sistem secara utuh,yang memiliki arti dan makna bagi kebaikan hidup manusia serta hubungan antarmanusia yang disesuaikan dengan keseimbangan sistem semesta alam.
Istilah tata nilai menunjukkkan pedoman prinsip dan/atau perilaku untuk mewujudkan bagaimana ofganisasi dan anggotanya bertindak. Di dalam organisasi, tata nilai merupakan sumber kekuatan,energi dan motivasi dalam mengambil sikap dan tindakan terhadap apa yang penting, berharga dan dijunjung oleh seseorang. Tata nilai memperkuat dan merefleksikan budaya organisasi yang diinginkan. Ta nilai mendukung dan memgarahkan pembuatan keputusan dari setiap anggota organisasi serta membantu organisasi dalam mencapai visi dan menjalankan misi. Pemahaman tata nilai diri sendiri dan orang lain akan membantu dan memudahkan memimpin diri sendiri dan orang lain. Bila personil semakin dilibatkan dalam menciptakan tata nilai suatu organisasi, mereka semakin merasa memilikinya. Selanjutnya,bila tata nilai yang diciptakan itu semakin sederhana, dan mudah dipahami,maka organisasi punya keunggulan kompetitif yanb semakin baik.
Tata nilai : Dasar Pengambilan Keputusan Organisasi.
Perubahan Perilaku : Dasar Peningkatan Efektivitas Kinerja.
Pemberitahuan!
Untuk seluruh kelas D1.& D2, hari ini tidak masuk kelas,materi di atas harap dipelajari sebagai bahan dari salah satu soal UAS.
Selasa, 28 Mei 2013
Analisis Proses Evaluasi Kinerja KebijaKan Publik (4 Juni 2013)
Konsep Evaluasi Kebijakan Publik
Evaluasi kebijakan merupakan kegiatan untuk menilai atau melihat keberhasilan dan kegagalan pelaksanaan suatunkebijakan publik.
Oleh karena itu,evaluasi merupakan kegiatan pemberian nilai atas sesuatu "fenomena" di dalamnya terkandung pertimbanga n nilai (value judgment) tertentu. ( Mustopadidjaja,2002:45).
Lalu,fenomena apa yang dinilai? Ya tergantung pada konteksnya. Jika konteksnya kebijakan publik,maka fenomena yang dinilai ,menurut Mustopadidjaja,adalah berkaitan dengan "tujuan,sasaran kebijakan, kelompok sasaran (target group) yang ingin dipengaruhi,berbagai instrumen kebijakan yang digunakan,responsi dari lingkungan kebijakan,minerja yang dicapai,dampak yang terjadi dan sebagainya".
Evaluasi kebijakan publik dimaksudkan untuk melihat atau mengukur tingkat Kinerja pelaksanaan suatu kebijakan publik yang latar belakang dan alasan-alasan diambilnya suatu kebijakan,tujuan dan kinerja kebijakan, berbagai instrumen kebijakan yang dikembangkan dan dilaksanakan,responsi kelompok sasaran dan stakeholder lainnya serta konsistensk aparat, dampak yang timbul dan perubahan yang ditimbulkan,perkiraan perkembangan tanpa kehadirannya dan kemajuan yang dicapai kalau kebijakan dilanjutkan atau diperluas.
Evaluasi kebijakan bisa saja mempersoalkan pada tataran "abstrak" berupa pemikiran,teori,ataupun paradigma yang mendasari suatu kebijakan apabila dipandang perlu.
Evaluasi kebijakan publik merupakan suatu proses untuk menilai seberapa jauh suatu kebijakan publik dapat membuahkan hasil yaitu dengan membandingkan antara hasil yang diperoleh dengan tujuan dan/atau target kebijakan publik yang ditentukan (Muhajir,1996).
Evaluasi kebijakan publik tidak hanya untuk melihat hasil (outcomes) atau dampak (impacts),akan tetapi dapat pula untuk melihat bagaimana proses pelaksanaan suatu kebijakan dilaksanakan. Dengan kata lain,evaluasi dapat pula digunakan untuk melihat apakah proses pelaksanaan suatu kebijakan telah dilaksanakan sesuai dengan petunjuk teknis/pelaksanaan (guide lines) yang telah ditentukan.
Oleh karena itu,evaluasi kebijakan publik dibedakan dalam dua macam tipe. Pertama, tipe evaluasi hasil (outcomes of public policy implementation)merupakan riset yang mendasarkan diri pada tujuan kebijakan. Ke dua, tipe evaluasi proses (process of public policy implemantation),yaitu risett evaluasi yang mendasarkan diri pada petunjuk pelaksanaan dan petunjuk teknis. Ukuran keberhasilan pelaksanaan suatu kebijakan adalah kesesuaian antara proses implementasi suatu kebijakan dengan garis petunjuk (guide lines ) yang telah ditetapkan. Bahkan Mustopadidjaja, 2002:45, menegaskan baHwa evaluasi kebijakan dapat dilakukan pada tahap pemantauan pelaksanaan,pengawasan dan pertanggungjawaban.
Evaluasi kinerja pada pemantauan dimaksudkan untuk mendapatkan informasi dini mengenai perkembangan pelaksanaan kebijakan pada momentum atau dalam jangka waktu tertentu sehingga dapat diketahui hal-hal yang perlu diperbaiki.baik mengenai sistem dan proses pelaksanaan maupun kebijakan itu sendiri,agar rumusan kebijakan lebih tepat,pelaksanaan kebijakan dapat berjalan dengan baik,dan tujuan kebijakan dapat dicapai lebih optimal. Selain itu,evaluasi kinerja pada pemantauan ini juga dapat diperoleh identifikasi kelemahan kebijakan dan penyimpangan terhadap sistem dan Proses pelaksanaan kebijakan ,serta saran koreksi terhadap penyimpangan pelaksanaan ataupun terhadap kebijakan itu sendiri.
Evaluasi kinerja dalam rangka pengawasan harus dapat memberikan informasi obyektif mengenai tingkat capaian pelaksanaan kebijakan pada momentum atau dalam jangka waktu tertentu mengenai kekeliruan atau penyimpangan yang terjadi dalam pelaksanaan kebijakan serta rekomendasi mengenai tindak lanjut hasil temuan pengawasan.
Evaluasi kinerja pada tahap pertanggungjawaban harus dapat memberikan analisis obyektif mengenai perkembangan pelaksanaan, perubahan atau penyesuaian yang telah dilakukan berikut alasannya dan penilaian tingkat capaian kinerja dalam jangka waktu tertentu.
Menurut Weiss (1972:4),unsur-unsur penting yg terkandung dalam evaluasi kebijakan adalah :
1. untuk mengukur dampak dengan bertumpu pada riset yang digunakan.
2. dampak tadi menekamkan pada suatu hasil dari efisiensi,kejujuran,moral yang melekat pada aturan-aturan atau standar.
3. Perbandingan antara dampak (effects) dengan tujuan (goals) menekankan pada penggunaan kriteria yang jelas dalam menilai bagaimana suatu kebijakan telah dilakjkan dengan baik.
4. memeberikan konstribusi pada pembuatan keputusaan selanjutnya dan perbaikan kebijakan pada masa mendatang sebagai tujuan sosial.
Dari uraian di atas,dapat disimpulkan bahwa evaluasi kebijakan publik tujuan utamanya adalah untuk mengetahui tingkat keberhasilan atau kegagalan pelaksanaan suatu kebijakan publik. Selanjutnya adalah memberikan rekomendasi kebijakan berupa keputusan tentang masa depan kebijakan punlik tadi. Altetnatif rekomendasinya,menurut Weiss setidaknya adalah :
a. Kebijakan perlu diteruskan atau dihentikan
B. Diteruskan,tapi perlu diperbaiki baik prosedur,maupun penetapannya.
C. Perlunya menambaah atau mengembangkan strategi dan teknik program-program khusus.
d. Perlunya menerapkan kebijakan program serupa di tempat lain,
e. Perlunya mengalokasikan sumberdaya langka di antara program yang saling berkompetitif
f. Perlunya menolak atau menerima teori atau pendekatan kebijakan program.
Tipe Evaluasi kebijakan Publik;
Menurut Langbein (1980:5),tipe riset evaluasi dibagi menjadi 2 macam tipe: riset process dan riset outcomes
Metode riset juga dibedakan menjadi : metode deskriptif dan kausal.
Metode deskriptif lebih mengarah kepada tipe penelitian evaluasi proses (process of public policy implementation ),sementara metode kausal lebih mengarah pada penelitian evaluasi dampak (outcomes of public policy implementation)
Metode deskriptifif pertanyaan mendasarnya adalah apakah kebijakan dilaksanakan sesuai dengan pegunjuk? Apakah fasilitas yang berupa sumberdaya digunakan dalam kebijakan? Bagaimana derajat manfaat/keuntungan yang ditetapkan dalam kebijakan? Apakah sekelompok sasaran dapat menikmati kemanfaatan nyata dari kebijakan tersebut?
Metode Kausal pertanyaan mendasarnya adalah : Siapa yang terlibat dalam kebijakan? Apakah kebijakan dapat mencapai siapa yang menjadi sasaran kebijakan? Apakah kebijakan menghasilkan outcomes yang diharapkan/tidak diharapkan? Sarana (faktor) implementasi kebijakan mana yang menghasilkan outcomes yanb terbaik? Berusaha mencari/melihat apakah outcomes utama yanb terjadi karena oleh kebimakan utama? Apakah kebijakan utama menjadi penyebab dampak utama?
Tahapan (proses) Evaluasi Kebijakan Publik:
1. Mengidentifikasi apa tujuan kebijakan, program dan kegiatan.
2. Menjabarkan tujuan,program dan kegiatan program ke dalam kriteria atau indikator pencapaian tujuan.
3. Mengukur indikator pencapaian tujuan kebijakan program.
4, Mencari data di lapangan berdasarkan indikator pencapaian tujuan kebijakan program.
5. Mengolah data lapangan dikomparasikan dengan kriteria pencapaian tujuan.